Penjelasan dan Tips Memilih Harddisk Untuk NAS Storage

Penjelasan dan Tips Memilih Harddisk Untuk NAS Storage

NAS adalah singkatan dari Network Attached Storage yaitu sebuah piranti penyimpanan data dengan sistem operasi yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan backup dan share data. Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah harddisk maka akan lebih baik jika melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan membuka website NAS untuk memastikan kompatibiltas dari harddisk dengan sistem NAS.

Pada Umumnya terdapat beberapa harddisk yang memang di design dan dibuat khusus untuk NAS Seperti misalnya Harddisk WD-Red

Pemilihan harddisk yang tepat akan sangat mungkin memberikan banyak sekali kemudahan dan kemungkinan untuk meminimalisir segala hambatan dan masalah yang mungkin akan terjadi kedepannya atau bahkan jika mungkin sebuah harddisk yang tepat akan meniadakan setiap masalah ini.

 

Macam – macam sistem operasi NAS:

Selanjutnya kita akan bahas beberapa macam sistem operasi yang mendukung NAS, 5 diantaranya adalah sebagai berikut:

1. FreeNAS

FreeNAS ini bisa dibilang sistem operasi NAS yang paling populer. Terlahir dari sistem operasi FreeBSD 7.2 dengan desain antarmuka web php, dan dokumentasi m0n0wall. Sistem operasi ini dapat diinstall ke Compact Flash, USB flash, hard drive, atau boot langsung dari LiveCD. FreeNAS mendukung protokol berikut : SMB/CIFS (Windows), AFP (Apple/Mac), NFS (Unix/Linux), FTP, TFTP, RSYNC, Unison, iSCSI dan UPnP.

 

2. CryptoNAS

CryptoNAS (sebelumnya CryptoBox) adalah proyek NAS berkonsentrasi pada enkripsi disk. Mereka menyediakan LiveCD berbasis Linux yang menggabungkan enkripsi dengan server NAS.

 

3. Openfiler

Openfiler adalah sepenuhnya sistem operasi untuk Server NAS, sama halnya dengan FreeNAS. Openfiler merupakan distro Linux berbasis rPath dan dirilis di bawah lisensi GPLv2. Sistem operasi ini dapat diinstal ke PC atau server, selain itu juga dapat diinstall kedalam Virtual Machine. Spesifikasi minimumnta: 1GHz CPU, RAM 2GB, ruang disk 10GB, dan Ethernet. Openfiler mendukung bermacam protokol jaringan seperti: SMB/CIFS, NFS, HTTP/WebDAV dan FTP.

 

4. NASLite – M2

NASLite – M2 adalah salah satu dari beberapa distribusi komersial berbasis Linux yang dikembangkan oleh NAS Server Elements. NASLite – M2 mendukung protokol jaringan berikut: SMB/CIFS, NFS, AFP, FTP, HTTP dan rsync. The DAAP ( Digital Audio Access Protocol ) dan UPnP ( Universal Plug and Play ). Fitur tersebut memberikan Anda kemampuan untuk melakukan streaming konten audio dan video, seperti ke iTunes, konsol game, dan Windows Media Player.

 

5. NanoNAS

NanoNAS juga dari Server Elements dan merupakan versi paling ramping dari server NASLite. NanoNAS SMB mode mendukung SMB / CIFS dan HTTP, terutama untuk klien Windows. NanoNAS AFP mode mendukung AFP dan HTTP dan dirancang untuk Mac OS X klien. NanoNAS bisa di booting melalui floppy disk, yang hanya membutuhkan 32MB RAM.

 

Berikut adalah skema cara kerja NAS pada sebuah sistem jaringan:

 

 

NAS menawarkan keuntungan sebagai berikut :
1. Lebih cepat akses ke data yang tersimpan melalui Local Area Network .
2. Biaya minim dan perawatan yang murah dan mudah mulai dari setup hingga konfigurasi.
3. Tersedia software Open Source
4. Penyimpanan file-file secara umum (general storage)
5. Database
6. Multimedia File (Klip, Gambar, Lagu, Film)
7. Dapat melakukan Back up Data (RAID)
8. Datashare Media (berbagi file dengan berbagai perangkat berbeda)

Kesimpulannya, NAS menawarkan cara yang lebih mudah, skalabel serta aman dalam menyimpan dan berbagi-pakai file dalam jaringan.